Blog

Sering kita jumpai ada orang yang jogging memakai jaket plastik mirip jas hujan menutupi tubuhnya. Ketika ditanya apa gunanya memakai jaket atau pakaian tebal saat jogging, semua kompak menjawab, “Biar banyak berkeringat dan berat badan turun”. Mereka mempercayai paradigma lama bahwa ketika olahraga, lemak “dibakar” menjadi energi dan keluar dalam bentuk keringat, serta suhu tinggi (panas) dapat membantu mempercepat pembakaran lemak. Jawaban serupa juga sering didapatkan dari orang-orang yang melakukan mandi uap (sauna). Mereka memakai parameter banyak keringat berarti banyak lemak yang terbakar. Padahal, banyak berkeringat bukan pertanda banyak lemak tubuh yang terbakar. Lalu, seperti apakah cara membakar lemak tubuh yang baik dan benar?

lemak tubuh,lemak tubuh manusia,lemak tubuh adalah,lemak tubuh ideal,lemak tubuh normal wanita,lemak tubuh ideal wanita,lemak tubuh pdf,lemak tubuh keluar lewat apa,lemak tubuh dibuang melalui,lemak tubuh terbagi atas,lemak tubuh normal,lemak dalam tubuh akan dihidrolisis menjadi,pembakar lemak tubuh alami,penghancur lemak tubuh alami,lemak tubuh keluar melalui apa,cara menghilangkan lemak tubuh alami,cara mengurangi lemak tubuh alami

Perlu dipahami bahwa lemak akan berkurang dari tubuh jika “digunakan” atau “dimetabolisme” dan hasil dari metabolisme lemak bukanlah keringat. Metabolisme lemak dan keringat bekerja dalam mekanisme yang berbeda dalam tubuh. Metabolisme lemak merupakan proses pengolahan lemak menjadi energi.

Metabolisme lemak tidak memerlukan panas, justru panas (kalori) adalah hasil dari metabolisme sehingga semakin tinggi metabolisme maka semakin banyak panas yang dihasilkan tubuh sehingga suhu tubuh meningkat. Suhu tubuh yang terlalu tinggi akan berdampak buruk bagi protein-protein yang ada dalam tubuh. Nah, berkeringat merupakan proses evaporasi untuk menurunkan suhu tubuh dengan menguapkan cairan yang ada dalam tubuh.

Metabolisme lemak memerlukan waktu relatif lama dan lemak dapat dimetabolisme jika ada oksigen. Maka untuk mengurangi lemak, logikanya, yang dibutuhkan adalah suplai oksigen yang lancar dan aktivitas fisik dalam waktu yang lama (karena jika dalam waktu singkat, tubuh cukup memetabolisme karbohidrat saja).

Aktivitas yang dianjurkan adalah aktivitas yang memungkinkan adanya gerakan tubuh dengan beban ringan, lama, dan terjadi peningkatan frekuensi nafas, misal: joging, bersepeda, berenang, jalan-jalan. Tidak masalah apakah aktivitas tersebut dilakukan pagi, siang, sore atau malam, yang terpenting adalah aktivitas tersebut dilakukan.

Tidak ada keharusan aktivitas tersebut dilakukan dalam suhu tinggi, justru sebaiknya Anda memperhatikan metode pendinginan tubuh Anda untuk mencegah dehidrasi dan heat stroke. Pakaian olahraga dirancang mudah dilalui uap air dan cepat kering bukan tanpa alasan. Desain tersebut membantu Anda dalam proses pendinginan tubuh ketika suhu mulai meningkat.

Mengapa harus lama? Karena proses metabolisme lemak melalui beberapa tahap sehingga memerlukan waktu. Mengapa beban fisik ringan? Karena jika beban fisik berat maka tubuh akan melakukan metabolisme karbohidrat secara anaerob (tanpa oksigen) dan menghasilkan asam laktat. Penumpukan asam laktat akan menyebabkan rasa nyeri (karena bersifat asam) di bagian tubuh yang bekerja berat dan dapat menurunkan performa otot yang bekerja tersebut sehingga tidak dapat melakukan aktivitas dalam waktu lama.

Energi yang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat secara anaerob (tanpa oksigen) tidak sebesar yang dihasilkan secara aerob (menggunakan oksigen). Itulah mengapa aktivitas yang bersifat anaerob hanya dapat dilakukan dalam waktu singkat, biasanya di bawah 3 menit anda sudah kelelahan.

Jika tujuan Anda adalah metabolisme lemak, tentu saja bukan metabolisme karbohidrat secara anaerob yang Anda perlukan, maka latihan dengan beban berat kurang tepat bagi Anda. Sebaiknya Anda melakukan aktivitas dengan beban fisik ringan namun dapat Anda lakukan dalam waktu lama, untuk memicu metabolisme (baik karbohidrat maupun lemak) menggunakan oksigen.

Metabolisme yang menggunakan oksigen menghasilkan karbondioksida dan air dalam bentuk uap, sehingga semakin tinggi metabolisme aerob semakin banyak uap air dan karbondioksida yang dihasilkan. Anda dapat mengamati nafas Anda menggunakan kaca atau cermin untuk melihat uap air tersebut.

Uap air yang Anda keluarkan melalui nafas dapat Anda jadikan indikator terjadinya metabolisme aerob (baik lemak maupun karbohidrat) dalam tubuh Anda, sedangkan rasa nyeri yang hilang setelah 2 menit pasca latihan, dapat menjadi indikator adanya metabolisme karbohidrat secara anaerob dalam tubuh Anda.

Jika anda dapat membedakan jenis metabolisme dan mampu memahami tanda-tandanya, Anda dapat melakukan perencanaan latihan bahkan membuat program latihan dan manajemen nutrisi sendiri. Jangan gunakan keringat sebagai acuan dalam latihan.

Semoga bermanfaat dan selamat berlatih.

 

sumber: https://www.kompasiana.com/kukuhpambukaputra/59d706d9a8d35e35bf7b1d52/apakah-banyak-berkeringat-tanda-banyak-lemak-terbakar

Leave a Reply