Blog

Beberapa waktu yang lalu, sempat beredar pesan berantai yang katanya berasal dari Ikatan Dokter Indonesia perihal kesehatan. Salah satunya menyebutkan “Kopi tidak baik untuk wanita, karena dapat menyebabkan osteoporosis dan mempercepat menopause“. Benarkah pernyataan tersebut?

Sekarang memang banyak pesan-pesan broadcast yang tidak jelas sumbernya, dan terkadang tidak berdasarkan fakta ilmiah. Di satu sisi, pesan seperti ini memang bisa menambah informasi. Tapi di sisi lain, pesan yang tidak jelas sumber dan faktanya malah bisa menyesatkan kita. Supaya tidak mudah termakan berita hoax, ada baiknya kita telusuri sejenak bukti-bukti ilmiah apakah benar kopi tidak baik untuk wanita.

Kandungan Kafein Pada Beberapa Produk Makanan dan Minuman

Kandungan utama yang terdapat pada kopi adalah kafein. Senyawa inilah yang bereaksi pada tubuh ketika kita minum kopi. Senyawa kafein dapat ditemukan di berbagai macam bagian tanaman terutama pada kopi, teh, cola, dan kakao (cokelat) dan minuman energi.

akibat minum kopi bagi wanita,apakah ibu hamil boleh minum kopi,apakah ibu menyusui boleh minum kopi,bahaya kopi bagi wanita,bolehkah bumil minum kopi,bolehkah ibu hamil minum kopi,bolehkah ibu menyusui minum kopi,efek kafein,efek kopi bagi wanita,efek minum kopi bagi wanita,ibu hamil boleh minum kopi,ibu hamil minum kopi,ibu menyusui minum kopi,kopi bagi ibu hamil,kopi baik untuk wanita,kopi tidak baik untuk wanita,kopi untuk ibu hamil,manfaat kopi bagi wanita,minum kopi saat hamil,orang hamil boleh minum kopi
Ilustrasi (Alisa Anton-Unsplash.com)

Untuk kopi, kandungan kafein bervariasi tergantung pada jenis kopi, kuantitas yang digunakan, kasar atau halusnya biji kopi saat digiling, serta cara penyajian kopinya. Kandungan kafein pada beberapa minuman per takarannya adalah sebagai berikut:[1]

Jenis minuman Takaran saji Kandungan kafein
Dunkin’ Donuts Coffee 14 Oz 210 mg
Starbucks Espresso 2 Oz 150 mg
Starbucks Caffè Latte atau Cappuccino 16 Oz 150 mg
Coca cola, Diet Pepsi 12 Oz 34 mg
Coklat Baker 1 Oz 26 mg
Green Tea 8 Oz 29 mg
Black Tea 8 Oz 47 mg
Excedrin Migrain Per kapsul 65 mg

 

Kafein termasuk dalam senyawa psikoaktif yang mempengaruhi Sistem Saraf Pusat (SSP) dan memberikan efek berupa peningkatan kewaspadaan dan kemampuan untuk berkonsentrasi serta meningkatkan energi. Bila digunakan dalam dosis berlebih atau pada orang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein, dapat menimbulkan efek mual, insomnia, takikardi (percepatan denyut jantung), hingga anxietas (kecemasan).[2]

Lalu, apakah benar kopi yang mengandung banyak kafein itu menyebabkan menopause dan osteoporosis pada wanita? Sebelum membahas pertanyaan ini, ada baiknya kita ketahui dulu penyebab menopause dan osteoporosis.

Hubungan Menopause dan Osteoporosis

Osteoporosis (pengeroposan tulang) terjadi akibat berkurangnya kepadatan tulang sehingga berisiko terjadinya patah tulang (fraktur). Osteoporosis lebih rentan terjadi pada wanita dibandingkan pria. Mengapa? Karena pada usia tertentu wanita pasti akan mengalami menopause (berhentinya siklus menstruasi/kesuburan pada wanita). Lantas apa hubungannya menopause dan osteoporosis?

Pada wanita, hormon yang berperan dalam reproduksi adalah estrogen dan progesteron. Jangan salah, kedua hormon ini juga terdapat pada pria, tetapi konsentrasinya lebih sedikit. Sama seperti wanita yang juga memiliki hormon testosteron, namun dalam jumlah sedikit dibandingkan pria.

Selain fungsinya dalam reproduksi, hormon estrogen bersama Vitamin D juga berperan dalam menjaga keseimbangan kalsium dalam tubuh yang diperlukan dalam proses pembentukan osteosit (sel tulang). Sementara itu, Vitamin D juga berperan dalam proses biosintesis (pembentukan) estrogen. Maka ketika seorang wanita mengalami menopause, produksi hormon estrogen pun berhenti dan berakibat pada meningkatnya risiko osteoporosis.[3]

Benarkah Kopi Tidak Baik Untuk Wanita?

Berdasarkan beberapa jurnal penelitian, disimpulkan bahwa konsumsi kafein yang tinggi tidak berkorelasi dengan resiko patah tulang akibat osteoporosis[4] maupun percepatan periode menopause pada wanita[5]. Namun pada wanita lansia, konsumsi kafein yang tinggi tanpa diimbangi asupan kalsium yang cukup, dapat berisiko hilangnya tulang kortikal paha. Selain itu kafein juga mungkin berpengaruh dengan  memperparah gejala vasomotor seperti rasa panas dan berkeringat pada wanita menopause.

akibat minum kopi bagi wanita,apakah ibu hamil boleh minum kopi,apakah ibu menyusui boleh minum kopi,bahaya kopi bagi wanita,bolehkah bumil minum kopi,bolehkah ibu hamil minum kopi,bolehkah ibu menyusui minum kopi,efek kafein,efek kopi bagi wanita,efek minum kopi bagi wanita,ibu hamil boleh minum kopi,ibu hamil minum kopi,ibu menyusui minum kopi,kopi bagi ibu hamil,kopi baik untuk wanita,kopi tidak baik untuk wanita,kopi untuk ibu hamil,manfaat kopi bagi wanita,minum kopi saat hamil,orang hamil boleh minum kopi
Ilustrasi (TheGuardian.com)

Jadi, pernyataan yang disampaikan pesan broadcast bahwa kopi tidak baik untuk wanita karena dapat menyebabkan osteoporosis dan mempercepat menopause hanyalah mitos yang tidak didukung fakta ilmiah. Dengan begitu, kaum wanita tidak perlu khawatir untuk minum kopi selama tidak berlebihan, atau dalam dosis yang wajar saja.

Bagaimana dengan wanita hamil? Apakah wanita hamil boleh minum kopi?

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Kafein adalah stimulan dan diuretik. Karena kafein adalah stimulan, itu berarti bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Dan sebagai diuretik, kafein juga meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini memang tidak disarankan selama kehamilan. Namun, dalam beberapa kali penelitian, para ahli sepakat bahwa kadar kafein tingkat sedang belum diketahui memiliki efek negatif pada kehamilan.

Jadi intinya, konsumsi kopi masih aman bagi wanita selama tidak berlebihan.  Menurut NHS UK (National Health Service of United Kingdom),[6] asupan harian ideal kafein bagi orang dewasa adalah 400 mg per hari atau setara dengan 3-4 cangkir kopi. Bahkan untuk wanita hamil pun, konsumsi kafein masih diizinkan dengan batas 150-300 mg per hari atau setara 1-2 cangkir kopi.[7]

 

Daftar Referensi

[1] https://cspinet.org/eating-healthy/ingredients-of-concern/caffeine-chart.

[2] https://www.uhs.umich.edu/caffeine.

[3] https://emedicine.medscape.com/article/330598-overview.

[4] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1609631.

[5] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1609631.

[6] https://www.nhs.uk/news/pregnancy-and-child/caffeine-and-pregnancy/.

[7] http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/caffeine-intake-during-pregnancy/.

Tinggalkan Balasan