Blog

Terbentuknya Kopi Sridonoretno

Sejak era kolonial, para petani kopi di Dampit belum mengetahui cara memetik buah kopi secara benar. Mereka hanya asal-asalan memetik buah kopi. Buah kopi (cherry) yang ada di pohon diambil satu brendel begitu saja. Sehingga semua buah kopi yang berwarna merah, kuning bahkan hijau mentah ikut diambil. Padahal, seharusnya buah kopi itu bukan diambil satu brendel, tetapi dipetik dan dipilih buah kopi yang bewarna merah tua.

Dengan cara pemetikan yang salah itu, semakin lama harga kopi Dampit semakin turun. Selain permainan tengkulak, juga akibat proses pemetikan dan pasca panen dari kopi yang tidak memenuhi standar.

Untuk memperbaiki kualitas biji kopi serta meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Dampit, pada tahun 2011 sekelompok petani kopi di tiga desa membentuk asosiasi Gabungan Kelompok Tani (Gapotan) Sridonoretno. Nama ini diambil dari nama tiga desa di wilayah Dampit, yaitu desa Srimulyo, Sukodono dan Baturetno.

Salah satu pengurus Gapotan Sridonoretno, Sukri menuturkan awal mula terbentuknya Kopi Sridonoretno.

“Berawalnya itu kami menyadari penjualan kopi ini lama-lama menurun harganya. Akhirnya tahun 2015 kami mendatangi PTPN 12 untuk bernegosiasi dan mencari mitra. Dari mereka menentukan buah kopi merah itu 95 persen. Tetapi kopi merah kami, hanya mencapai 87 persen saja dari ketentuan mereka. Meskipun begitu, kopi merah kami hanya diterima sekali saja. Saat itu hanya 4 ton 4 kuintal,” ujar Sukri seperti dikutip dari situs API (Aliansi Pertanian Indonesia). Berbekal ilmu dari PTPN 12, petani di tiga desa ini akhirnya mampu menilai hasil buah kopi yang mereka petik, dan hasilnya hanya 90 persen, cukup untuk dilanjutkan ke pemrosesan biji kopi.

Sukri menambahkan, dari tiga desa, ada 18 kelompok tani dengan masing-masing kelompok ada terdiri dari 20 petani. Setelah diberi pengarahan dan sosialisasi, dari 18 kelompok tani itu, hanya ada 8 kelompok tani, yakni sekitar 100 petani saja yang mau merubah cara pemetikan buah kopi menggunakan petik merah.

Sejak saat itu juga, semua proses pengolahan mulai awal dirombak total. Sukri menyebutkan proses itu di antaranya, petani harus memetik buah kopi yang sudah bewarna merah. Apabila dalam satu tangkai, ada buah yang masih bewarna hijau atau orange tidak boleh ikut dipetik. Hanya yang merah saja yang boleh dipetik.

Selain pemetikan buah kopi, proses lain yang diperbaiki adalah proses fermentasi dan penyimpanan. Kini, Gapotan Sridonoretno sudah mengenal berbagai macam proses fermentasi kopi, mulai dari yang natural, Honey, Semi Wash, atau Full Wash.

Imbasnya, harga kopi dari Sridonoretno mulai terkerek naik. Kualitas kopi mereka, yang berjenis Robusta juga mulai dikenal para pecinta kopi. Gapotan Sridonoretno saat ini sudah memiliki 7 Unit Pengelolahan Hasil (UPH) bertugas menilai, mengontrol, dan memantau proses dari awal. Tujuh UPH ini menaungi 139 petani kopi Sridonoretno.

“Setiap UPH memiliki barkode yang berbeda. Dari UPH inilah kami berani memberikan jaminan bahwa kopi Sridonoretno benar-benar terjamin kualitasnya. Penyimpanan kopi itu juga benar-baner kami perhatikan, harus diruangan khusus,” ujar Siadi, salah satu pengurus UPH Sekar Lindu.

kopi sridonoretno,kopi dampit,kopi dampit malang,kopi robusta dampit cdr,kopi robusta sridonoretno,kopi malang,harga kopi dampit,harga kopi sridonoretno

Para petani kopi Sridonoretno menyerahkan hasil panen kopi ke UPH. Setelah diseleksi dan dinilai kualitasnya, UPH lalu menyerahkan hasil panen itu ke Koperasi Sridonoretno. Mereka lah yang kemudian mendistribusikan hasil panen kopi Sridonoretno ke setiap pemilik kedai kopi di Malang Raya melalui dealer-dealer yang menjalin kerjasama. Dengan kualitas yang lebih baik ini, otomatis harga jual kopi Sridonoretno juga lebih tinggi dari kopi Dampit biasa.

Citarasa Kopi Sridonoretno

Kopi Robusta Sridonoretno memiliki citarasa coklat karamel. Dibandingkan kopi Dampit lainnya, kopi Sridonoretno lebih tajam aroma coklatnya. Tak heran jika kopi Sridonoretno kini menjadi primadona kopi Dampit. Banyak pecinta kopi Malang yang mengatakan inilah aroma kopi Dampit yang sebenarnya.

Kopi Sridonoretno biasanya disajikan dengan metode kopi tubruk. Meski banyak juga pecinta kopi yang menyajikannya dengan metode pour over atau V60. Metode ini membuat citarasa coklat karamelnya lebih terasa di lidah.

Tak hanya dikenal pecinta kopi Malang Raya saja, kopi Sridonoretno juga mulai diminati pecinta kopi dari seluruh Indonesia. Kualitas kopi Sridonoretno tidak kalah dengan kualitas kopi Lampung yang sama-sama berjenis Robusta.

Tinggalkan Balasan