Blog

Sejarah kopi adalah sejarah peradaban dunia. Sejak pertama ditemukan dalam legenda Khaldi si penggembala kambing di Abyssina, Ethiopia, kopi telah menjadi inspirasi dan rangsangan para imam, seniman, penulis, pemimpin dunia, hingga para radikal revolusioner. Meski sudah ditemukan sejak abad ke-9, biji kopi baru benar-benar diperdagangkan sejak abad ke-13.

Sejarah Kopi yang dimulai dari kota Mekkah

Pada tahun 1414 komoditas kopi sudah mulai memasuki kota Mekkah. Pada saat itu, hampir seluruh jazirah Arab berada dibawah kekuasaan kekaisaran Ustmani Turki. Tahun 1453, kopi mulai diperkenalkan di Istanbul (Konstantinopel), Turki. Disinilah kedai kopi pertama mulai dibuka, tepatnya tahun 1473 disebuah tempat bernama Kiva Han. Sumber lain mengatakan pertama kali masuk ke Turki sekitar tahun 1517.

Dianggap mempunyai prospek bisnis yang bagus, sejak tahun 1500 orang-orang di Mocha, Yaman mulai memperdagangkan kopi dan mengapalkannya ke Mesir dan Afrika Utara. Kedai kopi pertama atau kaveh kanes dibuka di Mekkah dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia Arab, hingga kemudian berkembang menjadi tempat bermain catur, gosip, tempat pertunjukan tari-tarian hingga tempat favorit untuk bergosip politik. Hal ini menyebabkan penguasa kota Mekkah pada tahun 1511 melarang peredaran kopi dan menutup semua kedai kopi di Mekkah. Namun, pelarangan ini kemudian dicabut usai Sultan Mesir mengatakan kopi adalah minuman yang baik. Bisnis kedai kopi pun berjalan lancar kembali.

Pada tahun 1575, Kedai kopi mulai bermunculan di seluruh Mesir, Turki dan Suriah dengan kota-kota seperti Kairo, Istanbul dan Aleppo menjadi pemimpin pasar kopi saat itu. Tahun 1586, kopi mulai dikenal di Eropa setelah ahli botani Jerman, Leonard Rauwolf menuliskan pengalamannya di sebuah kertas cetakan usai mempelajari kopi dari kota Aleppo, Suriah.

Referensi dari Rauwolf ini kemudian didukung oleh tulisan dari Prospero Alpini, seorang ahli botani dari Italia pada tahun 1592. Dalam bukunya yang berjudul “The Plants of Egypt”, Alpini dengan tepatnya mendeskripsikan tanaman kopi dan minuman yang dihasilkan dari biji buahnya. Referensi tentang kopi mulai bermunculan, salah satu diantaranya ditulis oleh ahli botani Italia Onorio Belli di tahun 1596 dalam surat yang ditujukan pada Charles de l’Ecluse, seorang dokter dan ahli botani Prancis. Belli bercerita tentang “benih yang digunakan orang Mesir untuk membuat cairan yang mereka sebut ‘cave’”.

Baca juga: Mitos dan Fakta Kopi Jantan

Penyebaran Kopi Di Eropa

Kopi juga mulai masuk ke lingkungan tahta suci Vatikan. Dibawa oleh para pedagang muslim, minuman “aneh dan penasaran ini” akhirnya sampai di tangan Paus Klemens VIII. Para imam dan penasehat Kepausan waktu itu hendak menunjukkan pada Paus Klemens VIII perihal minuman “yang membahayakan” dan meminta Paus Klemens VIII mengeluarkan larangan. Yang terjadi malah sebaliknya. Setelah mencicipi minuman kopi, Paus Klemens VIII berkata, “Mengapa, minuman Setan ini sangat lezat, … sangat disayangkan membiarkan orang-orang kafir menggunakannya secara eksklusif”.

Kopi kemudian tak hanya dikenal bangsa Italia dan Prancis. Sejak tahun 1598, orang Belanda juga tahu tentang kopi melalui tulisan seorang penjelajah bernama Paludanus. Di Inggris, penjelajah Anthony Sherley di tahun 1599 menuliskan perjalanannya di Timur Tengah dan bercerita tentang “orang-orang kafir terkutuk yang minum minuman keras tertentu, yang mereka sebut Coffe”. Seorang Inggris lainnya, Kapten John Smith, juga menyebutkan “Coffa” dalam bukunya Travels and Adventure. Kapten Jhon Smith pula yang kemudian memperkenalkan pengetahuan kopi di benua Amerika Utara pada tahun 1607.

India tak ketinggalan terkena wabah kopi, melalui Baba Budan, seorang spiritualis usai mengunjungi kota Mekkah dan Yaman. Tertarik dengan efek kafein yang membuat tubuh terasa segar, Baba Budan menyelundupkan biji kopi yang dia peroleh dari Yaman dalam perjalanan pulangnya ke India pada tahun 1600.

Kopi kemudian juga menjadi minuman yang populer di Prancis berkat jasa Sulaeman Aga, seorang diplomat kekaisaran Ustmani Turki. Ketika itu di tahun 1669, Sulaeman Aga sedang mengunjungi raja Louis XIV di Versaille. Tersinggung dengan sikap Sulaeman yang berpakaian sederhana dan menolak untuk menunduk padanya, Louis XIV mengusir sang diplomat ke Paris. Disana, Sulaeman kemudian mengadakan pesta kopi dan mengundang wanita-wanita Prancis untuk bergabung di pestanya. Sejak itulah kopi menjadi minuman yang populer disana.

Negara Eropa lainnya, Jerman, baru mengenal kopi di tahun 1673 ketika kedai kopi pertama di kota Bremen dibuka. Ironis, karena justru orang Jerman lah (Leonard Rauwolf)  yang pertama kali membuat literatur cetak tentang kopi. Sebaliknya, meski tertinggal hampir seratus tahun untuk mengenal kopi, di negara inilah majalah tentang kopi pertama kali diterbitkan dengan judul The New and Curious Coffee House yang ditulis oleh Lorentz Schoepffwasser. Judul lengkapnya adalah “The New and Curious Coffee House, formerly in Italy but now opened in Germany. First water debauchery. “City of the Well.” Brunnenstadt by Lorentz Schoepffwasser”

asal muasal kopi,asal mula kopi,bisnis kopi,buku kopi,buku tentang kopi,filosofi kopi,kedai kopi pertama di dunia,kopi asli indonesia,kopi pertama,mesin pembuat kopi,penemu kopi,penemu kopi pertama di dunia,penemu kopi pertama kali,sejarah coffee,sejarah filosofi kopi,sejarah kopi,sejarah kopi di indonesia,sejarah kopi dunia,sejarah kopi indonesia,sejarah kopi masuk ke indonesia,sejarah singkat kopi di indonesia,sejarah tanaman kopi,sejarah tentang kopi,tanaman kopi,tanaman kopi di indonesia,tentang kopi,tentang kopi indonesia
Johann Sebastian Bach dan Coffee Cantata (wikimedia commons)

Komponis terkenal Jerman, Johann Sebastian Bach pun tergugah oleh keriuhan tentang kopi. Ketika itu, orang-orang miskin di Jerman mulai menggerutu karena mereka tidak mampu membeli kopi. Masyarakat kelas atas dan beberapa dokter juga menyebarkan desas-desus yang mengatakan bahwa kopi menyebabkan kemandulan sehingga orang miskin tidak boleh minum kopi. Sebagai bentuk protes atas mahalnya harga kopi dan gosip tidak jelas itu, pada tahun 1732 Bach membuat komposisi Coffee Cantata dan mengatakan, “Saya perlu minum kopi, secangkir kopi, jika Anda ingin memberi saya makanan – tuangkan secangkir kopi untuk saya.”

 

bersambung ke halaman 2

Tinggalkan Balasan